Aku sendiri yang mengakibatkan semua ini.. :(
Hari-hari pertama aku tidak bersamanya.. sungguh... aku tidak rela jauh dari Dia.. hanya Hp, FB, Twitter yg menjadikan aku dan dia dekat walau terpisahkan oleh jarak.
Aku menyayangi Dia... dan akupun tau.. diapun menyayangi ku..
Setiap mesage, telepon, status dari dia.. memberikan ku semangat untuk tetap mencintai dia..
Sempat aku marah.. namun kemarahan itu hanya sesaat,, karena bukan sesuatu yg prinsiple.. malahan rasa ini semakin menggebu-gebu.. aku kangen.. ingin cepat-cepat bertemu.. diapun begitu.. aku tau itu..
29 Desember malam.. aku mengirimi dia sms bhwa sebentar aku yg akn menelepon.. namun maunya saat itu aku tlp... dan akupun menghubunginya.. ketika bercerita sebentar meminta ijin seraya meyakinkan bahwa dia baik-baik saja akupun mematikan hp.. :( tidak ada yg aku kwatirkan saat itu.. sampai saat.... :'(
aku mencoba menghubunginya kembali... tlpon ku tidak di angkat.. mesage.. tidak di balas.. namun aku tetap mencoba.. :( hatiku mulai gundah gulana..
Aku mencoba mencarinya lewat FB sampai ku temukan statusnya yang membuat aku tak mampu lagi berkata-kata.. selain kata maafkan aku.. walaupun hanya terucap dalam hatiku.. ku perhatikan status FBnya beberapa saat.. tak terasa.. air mataku jatuh.. :'( aku menunggu dalam dinginnya malam untuk tetap mencoba dan mencoba menghubungi nya.. aku tak bisa tidur sampai hampir pagi aku aku berdoa.. Tuhan.. sampaikanlah maafku pada dia.. karena aku sangat mencintainya.. :'( akupun tertidur..
Pagi hari saat sang mentari baru menampakkan cahayanya.. aku terbangun dan langsung mencoba menghubunginya.. Namun sama saja.. :( sia-sia saja..
namun ku terus mencoba.. tetapi aku hanya mendapatkan balasan mesage yg menambah rasa bersalah ku...
Sampai aku memutuskan untuk pergi menemuinya dengan harap putusan itu merupakan sesuatu yang benar.. :[ namun gerimis pada hari itu tidak kunjung berhenti.. aku tetap nekat.. dengan perasaan yang kacau, aku melaju dengan motor pinjaman.. untuk menemuinya.. selama dalam perjalanan, aku selalu memikirkan dia.. sampai sesekali tanpa aku sadari airmata ini membasahi pipiku..
Saat aku sampai di daerah tempat ia tinggal.. aku menghubunginya bahwa aku sudah sampai.. namun apa..?? aku malah dimarahi..!! uhhhggg... jauh-jauh aku datang tetapi malah di marahi...??!! pulaanngggkkk... !! :(
Jalanan saat itu terasa hanya milik aku seorang.. shingga berapa kali aku hampir di telan oleh jalanan.. :(
Belum terlalu jauh aku berjalan tiba-tiba Hp ku berbunyi.. mesage inbox.. dari Dia.. ????? aku hanya duduk di pinggiran jalan mencoba membangun kembali komunikasi dengan Dia.. Sempat... :'( hubungan ini hampir berakhir... Namun aku memohon dengan sangat.. Sungguhhhh.... maafkan aku..... :( dan akhirnya.. dia pun memaafkan aku.. dan kembali membuka komunikasi dengan aku.. uhhh.... hampir saja..:( hari itu.. aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga,, yang tidak akan pernah aku lupakan..
Sejak saat itu sudah saling berkomunikasi.. walaupun... :( aku merasa tidak lagi sama seperti sebelum kejadian malam itu... :(
Namun aku tetap mencintainya.. aku sudah menetapkan hati kepadanya..
Tak terasa hari-hari telah terlewati.. hampir 2 minggu berlalu..
Sampai pada saat (2 Jan) aku membaca statusnya di twiiter " Aneh "
Aku menanyakan kepadanya lewat sms ttg apa yang aneh.. inti dari apa yang aku tanyakan adalah "Dia merasa kalau rasanya sudah seperti hambar tentang hubungan kami" tetapi dia tetap meyakinkan aku bhwa itu hanya sebuah perasaan saja.. padahal soal rasa adalah satu yang penting dalam sebuah hubungan :(
Sampai saat ini.. aku mencintainya.. dan percaya kepadanya.. berharap diapun demikian..
Tuhan... semoga cinta ini akan terus bersemi... aku sadar.. kami akan melewati kerikil-kerikil tajam dalam perjalanan cinta ini.. namun kaupun percaya bahwa Engkau akan tetap bersama-sama dengan kami berdua... :) LenDra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar